Perguruan-perguruan tinggi di Indonesia perlu melakukan kerjasama internasional dengan universitas di luar negeri Selain bertujuan untuk meningkatkan kualitas, hal itu juga demi daya saing.
Baca entri selengkapnya »
Pendidikan Tinggi Indonesia Tertinggal Jauh
Ditulis oleh indonesianewsupdate di/pada November 16, 2009
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
3 Hari, Film 2012 Sukses Raup Rp2,1 Triliun
Ditulis oleh indonesianewsupdate di/pada November 16, 2009
2012, film bertema kiamat yang diramalkan terjadi tiga tahun lagi ini menuai sukses. Film berbiaya produksi USD200 juta itu berhasil meraup pendapatan USD225 juta (Rp2,1 triliun) dari penjualan tiket di seluruh dunia.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam FENOMENA | Leave a Comment »
Bola Liar, Bola Salju, Bola Karet
Ditulis oleh indonesianewsupdate di/pada November 1, 2009
INILAH.COM, Jakarta – Mulanya soal testimoni ketua KPK yang terjerat skandal cinta. Lalu saling sadap antara pimpinan KPK dan polisi. Selanjutnya, jadi bola liar yang memantul kemana-mana.
Tulisan ini dibuat setelah menyaksikan perkembangan terakhir di Istana Negara. Presiden SBY pada Minggu malam (1/11) mengundang empat tokoh masyarakat: Anies Baswedan, Komaruddin Hidayat, Teten Masduki, dan Hikmahanto Juwana. Di antara mereka, ada yang menjaminkan diri untuk pembebasan Bibit-Chandra.
Stelah bertemu Presiden, mereka sepakat bahwa KPK harus diselamatkan. Sebab penahanan terhadap Bibit-Chandra telah bergulir menjadi bola salju yang membesar dan membentuk kekuatan rakyat. Nuansanya sudah masuk ke wilayah politik. Efeknya, kasusnya sendiri malah menjadi kabur.
Mengkhawatirkan memang. Sebab, jika terus bergulir, penahanan Bibit-Chandra bisa jadi bola karet. Pantulannya bisa kemana-mana. Bangunan idelis pembentukan KPK bisa rubuh.
Masalah Bibit-Chandra adalah masalah proses hukum. Polisi menyebutkan, keduanya menjadi tersangka dalam kasus pemerasan dan penyalahgunaan kewenangan.
Lalu muncullah istilah Kriminalisasi KPK, karena sebelumnya pimpinan KPK, Antasari Azhar, juga ditahan karena kasus yang di dalamnya ada unsur kriminal. Seolah-olah, penahanan terhadap Bibit-Chandra adalah penahanan terhadap institusi KPK.
Jawaban atas kasus pun mulai muncul, seperti rekomendasi empat tokoh yang diundang Presiden SBY: mari kita buat masalah ini menjadi proporsional. Bisa saja dengan gelar perkara, pembentukan tim pencari fakta, atau pembentukan tim independen yang mengusut kasus ini.
Mempertaruhkan institusi KPK ke dalam kasus Bibit-Chandra, sangat berisiko. Ada dua pilihan yang muncul. Pertama, jika Bibit-Chandra benar, maka institusi Polri akan runtuh oleh perilaku para jenderalnya.
Kedua, jika ternyata Bibit-Chandra terbukti melakukan apa yang disangkakan polisi pada keduanya, maka publik akan frustrasi. Ini bisa meruntuhkan bangunan KPK sebagai harapan terhadap pemberantasan korupsi di republik ini.
Nah, di luar itu, ada dua analisa menarik tentang kenapa dukungan terhadap Bibit-Chandra begitu besarnya. Pertama, ringkihnya citra polisi di mata publik. Institusi Polri, selama bertahun-tahun, mengalami dekonstruksi pencitraan.
Perilaku oknum-oknum polisi telah menciptakan phobia massal. Apa saja cerita tentang polisi, selalu dicurigai.
Kedua, masih ada pasal karet dalam KUHP, yaitu pasal yang memungkinkan penegak hukum bisa membuat tafsir sepihak untuk menentukan kesalahan tersangka.
Selanjutnya, yang harus digeruduk rame-rame adalah DPR RI. Lembaga itulah yang memiliki otoritas fit and proper test calon-calon pimpinan KPK. Harusnya, kita memburu siapa anggota dewan periode 2004-2009 yang meloloskan pimpinan KPK sekarang?
Mereka harus menjelaskan, kenapa nama-nama yang sekarang jadi pimpinan KPK bermasalah? Ada permainan politik apa ketika itu?
KPK pernah hampir menjadi lembaga superbody. Dengan pimpinan dan jumlah penyidik yang tidak banyak, lembaga itu mengusut ratusan (mungkin juga ribuan) kasus korupsi.
Masalah lain yang juga harus dicermati adalah produk-produk hukum yang masih mengadopsi hukum zaman penjajahan Belanda. Pemerintah harus berani melakukan revisi produk hukum ini, minimal merevisi pasal-pasal yang bisa ditafsirkan sepihak oleh pemegang kekuasaan hukum.
Kalau itu bisa berjalan, mari kita bikin gerakan besar: Save Our KPK. Bukan sekadar ‘Bebaskan Bibit-Chandra!’
Ditulis dalam POLITIK | Leave a Comment »
Memori Bangsa yang Pendek
Ditulis oleh indonesianewsupdate di/pada November 1, 2009
INILAH.COM, Jakarta – Memori bangsa Indonesia ini begitu pendek. Yang kemarin jadi pesakitan, kini jadi pahlawan. Yang dulu jadi pahlawan, kini ditahan.
Kalimat pertama di atas, dikutip dari cara Eep Saefulloh Fatah memandang negerinya. Eep, seorang pengamat dan ilmuwan politik. Ia beberapa kali menjadi penasehat politik dan belum pernah jadi menteri atau jadi pengurus partai. Jadi, wilayah pemikiran Eep masih independen, minimal orisinil.
Dan, memang begitulah yang terjadi. Orde Baru tumbang. Reformasi jadi barang seksi, yang diseret ke sana dan kemari, untuk dikawinkan dengan agenda-agenda tersembunyi.
Semua jadi prorefomasi. Birokrasi, aparatur penegakan hukum, tentara, perundang-undangan. Semua, pokoknya reformasi! Sampai-sampai, di dunia kutip-mengutip pun mengalami reformasi. Tukang kutip uang di tepi jalan, digusur lalu dimunculkan pungutan resmi dan lebih mahal karena dipotong pajak. Baju-baju kumal tukang parkir diganti dengan seragam yang lebih gagah.
Pasar-pasar tradisional, juga berubah. Ada minimarket, supermarket, hypermarket, mungkin suatu saat ada megamarket atau superpowermarket.
Brutus pun berubah jadi Caesar. Para bohemian menjadi kaum borjuasi baru. Buku-buku dipadatkan untuk kemudian dijadikan peluru pembenaran pada setiap kontroversi yang muncul.
Benar kata Democritos; sekepal kekuasaan, masih menang dibanding sekeranjang kebenaran! Dan, sekarang ini yang berkuasa adalah reformasi. Meski, ada jalan tengah yang sedang berkembang: nego sajalah.
Ya, mari bernego saja. Daripada menjadi intelektual di sudut ruang perpustakaan, dengan kaca mata tebal, syal sulaman tangan yang kusam, menyedihkan.
Nego sajalah. Banyak kok lembaga yang bisa kasih sederet tanda kehormatan intelektual: doktorandus, doktoranda, atau doktor honoris causa?
Ini zaman reformasi. Ada pilihan baru yang lebih menarik daripada membangun pemikiran kontradiktif, yaitu menjadi selebritis publik. Ikuti arus besar. Kutip pendapat sana-sini. Disorot kamera di mana-mana, undangan seminar-seminar pun menanti.
Coba saja lihat kontroversi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari-hari ini, lembaga itu menjadi begitu teraniaya. Jutaan dukungan bergerak. Jadi tren. Yang tidak mendukung: musuh!
Arus besar dibangun lewat simpati, empati dan opini. Pasal-pasal, proses hukum, sejarah politik dipersetankan! Tiba-tiba saja, orang lupa bagaimana arus besar menolak Antasari Azhar ketika terpilih menjadi Ketua KPK. Juga, bagaimana pemberitaan ketika pertama kali Chandra Hamzah terpilih sebagai anggota KPK.
Lalu, muncul pertanyaan: yang dibela itu KPK atau Bibit-Chandra?
Mengerikan ketika arus besar sudah bergerak memberi dukungan. Semua yang menghalangi di depan, dilibas! Ruang untuk membangun diskusi, dipatahkan dengan anarkisme baru: opini!
Benar juga kata Eep, memori bangsa ini pendek. Orang lupa bahwa KPK dibangun dengan mimpi besar. Sementara korupsi di negeri ini sudah melekat dan mendarah daging.
Mungkin korupsi tidak bisa dibersihkan sama sekali. Tapi dengan KPK, negeri ini tetap punya harapan bahwa korupsi tak akan merajalela.
Jadi, sedikit saja ada nila, maka rusaklah susu di belanga KPK.
Pertanyaannya: apakah institusi terhormat KPK akan dipertaruhkan pada kredibilitas Antasari, Bibit, atau Chandra M Hamzah?
Ditulis dalam POLITIK | Leave a Comment »
Indonesia Juara Umum Matematika
Ditulis oleh indonesianewsupdate di/pada November 1, 2009
JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum dalam kompetisi matematika internasional Wizards at Mathematics International Contest 2009 (WIZMIC) yang berlangsung di Lucknow, India pada 26-31 Oktober. Indonesia unggul dari delapan negara lainnya dengan meraih 10 medali emas, 9 perak, dan 5 perunggu dalam kategori perorangan dan kelompok.
“Dengan jumlah perolehan medali sekaligus meraih penghargaan tertinggi Overall Champion untuk kategori kelompok, dan nilai tertinggi untuk kontes individu, Indonesia berhasil keluar sebagai juara umum,” kata Elvira, Wakil Ketua Tim Indonesia yang dihubungi dari Jakarta, Minggu (1/11).
Kompetisi WIZMIC adalah kompetisi yang diperuntukkan bagi siswa SD atau yang berusia maksimal 13 tahun. Kompetisi itu diselenggarakan oleh City Montessori School setiap dua tahun sekali.
Pada penyelenggaraan yang ketiga tahun ini, kompetisi diikuti sembilan negara dengan jumlah tim sebanyak 52 dengan 207 siswa. Selain Indonesia, pesertanya adalah Bulgaria, Bangladesh, Filipina, India, Nepal, Srilanka, Thailand, dan Zimbabwe.
Menurut Elvira, Indonesia mengirimkan lima tim yang terdiri dari 19 siswa. Kompetisi meliputi kompetisi individu, kompetisi beregu, overall ranking (total nilai tertinggi hasil gabungan skor yang diraih suatu tim pada kompetisi beregu dan nilai yang diraih masing-masing anggota tim tersebut pada kompetisi individu), serta penghargaan khusus.
Peraih nilai tertinggi untuk kontes individu adalah Henry Jayakusuma. Di kategori kelompok, kemenangan Indonesia disumbang oleh Agasha Kareef Ratam, Stanley Orlando, Kevin Pratama Rusli, dan Fahmi Firdaus Angkasa.
Ditulis dalam PENDIDIKAN | Leave a Comment »
Soal “Ujian Mak Erot”, Polisi Segera Panggil Kadindik
Ditulis oleh indonesianewsupdate di/pada November 1, 2009
SIDOARJO - Setelah menerima laporan dari wali murid dan melakukan penyelidikan, Polres Sidoarjo segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Sidoarjo, Agus Budi Tjahyono untuk mengungkap kasus “ujian Mak Erot” untuk siswa SD itu.
Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Agung Pribadi mengatakan, pihaknya sudah membuat surat panggilan untuk Kadindik dengan tembusan Bupati Sidoarjo. “Kita melanjutkan kasus ini karena sudah meresahkan masyarakat,” ujarnya Minggu (1/11/2009).
Pemanggilan itu, lanjut Agung, karena Agus menjabat sebagai Kadindik dan semestinya mengetahui tentang seluk belum persoalan itu. Selain Agus, polisi berencana menghadirkan dua saksi ahli untuk mendukung penyelidikan kasus tersebut.
“Dua saksi ahli itu, ahli bahasa dari Unesa dan ahli hukum dari Unibraw. Kami ingin tahu dari tinjauan hukum dan bahasa. Karena kasus ini sudah meresahkan masyarakat,” ujar Agung Pribadi.
Polisi kini telah memiliki barang bukti berupa lembar soal UTS SD kelas 6 yang ada kalimat tidak senonohnya. Selain itu, dalam rangkaian penyelidikan yang dilakukan, polisi juga sudah memintai keterangan dari pelapor dan saksi dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan).
Kini, kata Agung, polisi akan meningkatkan penanganan ke tahapan penyidikan dengan memanggil pihak-pihak terkait. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Sidoarjo, Agus Budi Tjahyono.
Sementara itu, Kadindik Sidoarjo Agus Budi Tjahyono, mengaku akan mengikuti prosedur yang ada. Termasuk langkah kepolisian yang ikut mengusut kasus ini “Kita akan mengikuti prosedur yang ada, termasuk langkah polisi yang mengusut kasus ini,” ujarnya.
Ditulis dalam PENDIDIKAN | Leave a Comment »
Bibit dan Chandra Ditahan Tokoh yang Diduga Terlibat Diminta Segera Diproses
Ditulis oleh indonesianewsupdate di/pada November 1, 2009
JAKARTA - Para tokoh yang diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengusulkan agar Kapolri melakukan gelar perkara terhadap kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Selain itu mereka juga meminta agar tokoh-tokoh yang diduga terlibat diproses secara hukum.
Tokoh-tokoh masyarakat yang diundang Presiden tersebut adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komarudin Hidayat, Sekjen Tranparansi Internasional Indonesia Teten Masduki, dan Guru Besar Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.
“Mereka yang terlibat harus dilakukan proses, meskipun kami berempat tidak menganggap bahwa Pak Bibit dan Pak Candra tidak bersalah, karena kita melihat proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Hikmahanto Juwana di Istana Kepresiden, Minggu (1/11/2009).
Karena, menurut Hikmahanto, masyarakat memerlukan penjelasan secara transparan tentang kasus ini. “Yang kita harapkan adalah transparansi dalam proses hukum, serta menepis kecurigaan di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya
Ditulis dalam KEAMANAN | Leave a Comment »